Monday, March 16, 2015

B.IND: WAWANCARA


WAWANCARA

Pengertian Wawancara:

Pertemuan dua orang atau lebih yang berupa kegiatan tanya jawab dengan maksud untuk menggali informasi.

Jenis - Jenis Wawancara:


1. Wawancara Terstruktur: Wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

2. Wawancara Tidak Terstruktur: Wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan

3. Wawancara Terpimpin: Wawancara yang berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan.

4. Wawancara Bebas: Wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan

5. Wawancara Individual: Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan seorang narasumber atau responden.

6. Wawancara kelompok: Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan sekelompok/ sejumlah narasumber/ responden. (dalam waktu dan tempat yang sama)

7. Wawancara Konferensi:
a. Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan sejumlah narasumber dalam satu tempat dan satu waktu secara bersamaan.
b. Wawancara yang dilakukan oleh sejumlah pewawancara dengan seorang narasumber dalam tempat dan waktu yang bersamaan.

8. Wawancara Terbuka: Wawancara berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas/ tidak terikat jawabannya.

9. Wawancara Tertutup: Wawancara berdasarkan pertanyaan yang terikat/ terbatas jawabannya.

Langkah-langkah wawancara:

1. Menentukan topik wawancara.
2. Menentukan narasumber/ responden.
3.  Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi  (5W + 1H)).
4. Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
5. Mencatat pokok-pokok informasi  berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
6. Menulis laporan hasil wawancara.

Contoh Wawancara:

Daftar Pertanyaan dan Jawaban dalam Wawancara dengan Guru Mengenai Model Pembelajaran yang Digunakan Di Kelas

Narasumber : Ibu Br. Nadapdap (Mengajar Bidang Studi B. Indonesia)
Nama Sekolah : SMAN 2 Bandar Kab. Simalungun Prov. Sumatera Utara

Pertanyaan : Bagaimana keadaan kelas dan siswa tempat ibu mengajar?
Jawaban : Berdasarkan sistem kurikulum baru yang ditetapkan pemerintah, maka jumlah murid disekolah kami masing-masing berjumlah 30 orang per kelas dan suasana pembelajaran dikelas tergolong kondusif ketika PBM berlangsung.

Pertanyaan : Ketika melakukan PBM di kelas, apakah ibu menerapkan model pembelajaran? Bila ya, model pembelajaran apa yang ibu terapkan?
Jawaban : Tentu saja setiap saya melakukan proses pembelajaran di kelas, saya selalu menerapkan model pembelajarn agar proses pembelajaran lebih efektif dan semua siswa turut aktif sehingga diharapkan dapat mencapai tingkat kompetensi yang diinginkan.
Model pembelajaran yang saya terapkan bagi siswa-siswi tergantung pada materi pembelajaran yang saya berikan. Misalnya materi yang saya ajarkan adalah mengenai drama, maka saya menerapkan model pembelajaran yang sifatnya demonstran atau drama. Kalau materi yang saya ajarkan bersifat analisis dan teoritis maka saya biasanya menerapkan model jigsaw.
 
Pertanyaan : Bagaimana langkah-langkah atau adakah langkah-langkah khusus yang ibu lakukan ketika menerapkan model-model pembelajaran?
Jawaban : Penerapan model-model pembelajaran yang saya lakukan dikelas seperti yang saya katakan tadi bergantung pada materi yang saya ajarkan dan tentunya langkah-langkahnya pun bergantung pada model pembelajarannya. Langkah-langkahnya harus sesuai dengan modelnya. Misalnya model jigsaw, saya pertama sekali membentuk dan membagi kelompok yang heterogen dulu yang mana nantinya ada kelompok ahli dan ada kelompok asal, saya mengkombinasikan antara siswa yang pandai, sedang dan kurang. Setelah itu saya berikan materi pelajaran bagi masing-masing kelompok untuk didiskusikan kemudian, masing-masing siswa dari dari kelompok asal saya gabungkan menjadi kelompok ahli yang akan menjelaskan materi yang ia pelajari. Begitu seterusnya sampai semua siswa benar-benar mengerti materi yang saya berikan.
 
Pertanyaan : Kesulitan atau kendala-kendala apa saja yang sering ibu temui saat pelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran?
Jawaban : Kesulitan yang sering saya temui adalah ada dari dua sisi. Yang pertama itu dari siswanya dan kemudian dari sarana dari sekolah yang kurang memadai. Dari sisi siswa misalnya masih ada beberapa siswa yang masih kurang percaya diri ketika mengikuti pembelajaran atau malu-malu kalau misalnya bergabung dengan teman-temannya yang lain, mungkin karena tidak terbiasa dengan diskusi diluar kelas sehingga ada beberapa siswa yang agak canggung dan kebingungan ketika saya menerapkan model pembelajaran tertentu. Pola pikir siswanya masih banyak yang terlalu monoton atau kurang cepat menangkap pelajaran sehingga kadang-kadang membutuhkan waktu lama untuk menerapkannya karena waktu pembelajarannya rata-rata hanya 2x45 menit, dengan kata lain, waktu untuk menerapkan model itu saya rasa kurang karena memang membutuhkan waktu yang agak lama. Kalau dari segi sarana dan prasaran mungkin karena sekolah kami belum termasuk ditengah kota besar sehingga fasilitasnya pun masih kurang memadai sehingga cukup menyulitkan ketika saya ingin menerapkan beberapa model pembelajaran tertentu. Misalnya kurang tersedianya infokus ketika ingin mendemonstrasikan mata pelajaran yang saya bawakan.
 
Pertanyaan : Bagaimana rata - rata kemampuan siswa dalam menerima materi pelajaran dengan menggunakan model pembelajaran?
Jawaban : Kemampuan rata-rata siswa yang saya ajarkan masih tergolong biasa-biasa saja karena mungkin pola pikirnya belum luas dan kurang berkembang, tidak seperti di kota jadi tidak semua materi yang saya ajarkan dapat diterima dengan maksimal
 
Pertanyaan : Bagaimanakan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya model-model pembelajaran?
Jawaban : Prestasi belajarnya masih tergolong biasa-biasa saja artinya kebanyakan siswa masih didominasi oleh siswa-siswa yang kurang dapat menyerap pelajaran dengan maksimal sehingga hasil akhir seperti ujiannya pun kurang memuaskan dan masih jauh dari apa yang saya harapkan. Mungkin karena memang masih terlalu mendaerah sekolahnya jadi para siswa masih banyak yang kurang memanfaatkan teknologi pada hal ada banyak hal yang bisa didapat dari internet misalnya untuk menambah wawasan diluar dari model pembelajaran yang saya lakukan. Dengan kata lain bahwa prestasi belajar itu tidak melulu ditentukan oleh model pembelajaran, tergantung bagaimana keefektivan dan kreativitas siswa itu dalam mengembangkan wawasannya.
 
Pertanyaan : Pernahkan para siswa mengeluh tentang penerapan model-model pembelajaran yang ibu terapkan?
Jawaban : Tidak pernah. Mereka cenderung menurut saja dengan berbagai model-model pembelajaran yang saya berikan.
 
Pertanyaan : Apa rencana ibu kedepannya untuk lebih memotivasi dan meningkatkan prestasi belajar siswa melalui model-model pembelajaran? Misalnya apakah ibu akan berinovasi dalam penerapan model-model itu?
Jawaban : Ya tentunya saya akan terus berusaha untuk mengembangkan model-model pembelajaran yang cocok untuk siswa-siswa saya. Saya selalu memantau sampai sejauh mana keefektivan model-model pembelajaran yang telah saya terapkan. Dan tentunya akan ada inovasi yang akan saya terapkan kemudian yang saya kondisikan dengan siswa.

Sumber: https://prastna.wordpress.com/tag/jenis-wawancara/ 
              http://www.disukai.com/2014/08/contoh-wawancara-dengan-guru.html